Kandungan Kimia Jahe Merah

https://4.bp.blogspot.com/-JP9UWKHECR4/WY5xNpkI6fI/AAAAAAAABAI/PqkWcqop8eYZXARYxmLQs2nAKgsZCEUpACLcBGAs/s72-c/jahe%2B6.png click to zoom
Ditambahkan 20.09
Kategori Artikel Jahe merah Kandungan kimia
Harga
Share
Beli Sekarang

Review Kandungan Kimia Jahe Merah

Rp. 100.000 ~ Rp. 50.000 @

Kandungan Kimia Jahe Merah - Tanaman jahe merah yang paling banyak dipakai yaitu sisi rimpangnya. Hal semacam ini di dukung oleh rimpang jahe merah yang banyak menaruh kandungan senyawa alami serta yang punya pengaruh jadi pemberi rasa pedas sebagai rasa ciri khas pada jahe merah tersebut. Kandungan senyawa kimia dari jahe merah terbagi dalam gingerol, zingeron, serta shogaol. Diluar itu jahe merah memiliki kandungan 1-4 persen minyak atsiri serta oleoresin. Minyak atsiri dalam rimpang jahe merah juga mempunyai komponen senyawa yang lain yang terbagi dalam zingerberin, kamfena, lemonin, zingiberen, zingiberal, gingeral serta shogaol dan kandungan yang lain seperti minyak dammar, pati, asam organik, asam malat, asam aksolat serta gingerin. Berikut yang buat faedah jahe merah banyak digunakan banyaknya orang.
Karna kandungan senyawa alami yang dipunyai jahe merah cukup banyak serta cukup tinggi, oleh karena itu jahe merah mempunyai segudang faedah yang mengagumkan yang begitu baik dipakai jadi penyembuhan, diantaranya rimpang jahe banyak dipakai jadi obat gosok untuk penyakit encok serta sakit kepala.

Kandungan senyawa yang lain yang terdapat dalam rimpang jahe merah :
Rimpang jahe merah terkecuali memiliki kandungan senyawa-senyawa kimia itu juga memiliki kandungan gingerol, 1, 8-cineole 10-dehydro-gingerdione, 6-gingerdione, arginine, a-linolenic acid, aspartic, β-sitostrerol, caprylic acid, capsaicin, chlorogenis acid, farnesal, farnesene, farnesl serta unsur pati seperti tepung kanji, dan serat-serat resin dalam jumlah sedikit.
Berdasar pada sebagian riset, dalam minyak atsiri jahe ada unsur-unsur : n-nonylaldehyde, d-camphene, d-β phellandrene, methyl heptenone, cineol, d-borneol, geraniol, linalool, acetates serta caprylate, citral, chavicol serta zingiberene. Beberapa bahan itu adalah sumber bahan baku terutama dalam industri farmasi serta obat-obatan.

Kandungan minyak atsiri jahe merah sekitaran 2, 58 – 2, 72% dihitung berdasar pada berat kering. Kandungan minyak atsiri type jahe yang beda jauh ada dibawahnya. Ada jahe besar atau jahe badak sekitar 0, 82 – 1, 68% serta pada jahe kecil atau jahe emprit sekitar 1, 5 – 3, 3%. Minyak atsiri biasanya berwarna kuning sedikit kental serta adalah senyawa yang memberi aroma yang ciri khas pada jahe.

Besarnya kandungan minyak atsiri di pengaruhi oleh usia tanaman. Berarti, makin tua usia jahe itu, jadi makin tinggi kandungan minyak atsirinya.
Berdasar pada dampak farmakologisnya, jahe merah mempunyai faedah untuk memperlancar aliran darah, tingkatkan system kebal badan, menghangatkan badan, antiradang serta penambah nafsu makan serta begitu jika dikonsumsi oleh wanita yang tengah dalam masa menstruasi.
Rasa yang begitu pedas serta aroma tajam pada jahe merah dikarenakan oleh ada senyawa kimia berbentuk gingerol. Sedang dengan kenampakan, aroma jahe dikarenakan oleh kandungan atsiri yang biasanya berwarna kuning serta sedikit kental. Pada umumnya, komponen yang ada pada rimpang jahe yaitu minyak yang gampang menguap (volatile oil), minyak tidak menguap (nonvolatile oil), serta pati. Diluar itu juga memiliki kandungan senyawa-senyawa kimia berbentuk gingerol, 1, 8-cineole, 10-dehydro-gingerdione, 6-gingerdione, arginine, a-linolenic acid, aspartic, β-sitosterol, caprylic acid, capsaicin, chlorogenic acid, farnesal, farnesene, farnesol, serta unsur pati seperti tepung kanji dan serat-serat resin dalam jumlah sedikit. Kandungan minyak atsiri jahe merah sekitaran 2, 58-2, 72% dihitung berdasar pada berat kering.


Komentar